
Taman Getsemani adalah salah satu situs paling menyentuh dan suci dalam ziarah ke Tanah Suci. Terletak di kaki Bukit Zaitun, taman ini menyimpan kisah mendalam tentang penyerahan diri Yesus kepada kehendak Bapa-Nya menjelang penyaliban.
Lokasi dan Arti Nama
Taman Getsemani berada tepat di kaki Bukit Zaitun, menghadap ke arah Kota Tua Yerusalem. Kata “Getsemani” berasal dari bahasa Ibrani gat shemanim, yang berarti “alat pemeras minyak”. Ini merujuk pada fungsi taman ini dahulu sebagai kebun zaitun tempat buah zaitun diperas menjadi minyak.
Gereja Segala Bangsa


Di atas batu tempat Yesus berdoa dalam kesedihan yang mendalam, berdirilah Gereja Segala Bangsa. Gereja ini dibangun pada tahun 1924 dengan dukungan dari 12 negara, dan dikenal juga dengan nama “Basilika Kesedihan”. Interior gereja dibuat remang-remang, menciptakan suasana malam saat Yesus berdoa.
Sejarah Singkat Situs Ini
- Sekitar tahun 350 M: Gereja Bizantium pertama dibangun.
- 746 M: Gereja hancur akibat gempa bumi.
- Abad ke-12: Kapel Tentara Salib dibangun dan kemudian ditinggalkan pada 1345 M.
- 1924: Gereja Segala Bangsa diresmikan.
Di luar gereja, peziarah dapat melihat pohon zaitun tua yang diyakini berasal dari zaman Yesus.
Makna Spiritual dari Taman Getsemani
Taman ini bukan sekadar lokasi bersejarah — ini adalah tempat perenungan jiwa:
- Di sinilah Yesus berkata, “Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)
- Peluh-Nya menjadi seperti darah (Lukas 22:44), menunjukkan tekanan batin yang luar biasa.
- Di sinilah Yesus menunjukkan ketaatan total kepada kehendak Bapa.
Pelajaran Iman dari Taman Getsemani
- Doa di Tengah Penderitaan: Yesus mengajarkan bahwa kekuatan untuk taat datang melalui doa.
- Menghadapi Pencobaan: Kita diajak untuk berjaga dan berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan.
- Ketaatan kepada Kehendak Allah: Seperti Yesus, kita dipanggil untuk taat bahkan saat berat.
- Penderitaan yang Memurnikan: Seperti buah zaitun yang harus diperas, hidup kita juga dibentuk melalui pencobaan.
“Pertimbangkanlah sebagai suatu sukacita apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab ujian itu menghasilkan ketekunan.” — Yakobus 1:2–4
Informasi & pendaftaran dapat menghubungi :
0817 0316 6868 Louise
0878 8226 5438 Sherly
0878 8930 5187 Stephanie
-—
Ziarah Katolik ke Holyland bersama Genta Holy Pilgrimage









